103 Perpustakaan SD di KBB Rusak Berat, Lebih Banyak Dibandingkan yang Kondisinya Baik

Adi Haryanto, Jurnalis
Senin 20 Februari 2023 18:10 WIB
Kondisi perpustakaan di KBB/Adi Haryanto
Share :

 

BANDUNG BARAT - Jumlah bangunan perpustakaan Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kondisinya rusak berat, lebih banyak jika dibandingkan dengan yang kondisi bangunannya baik.

Akibatnya pihak sekolah terpaksa memindahkan ruang perpusatakaan ke tempat yang lebih aman, karena dengan kondisi kerusakan di atas 80% dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan guru dan siswa ketika beraktivitas di sekolah.

"Selain bangunan kelas, banyak juga ruang perpustakaan yang kondisinya rusak, dan itu datanya terus dinamis. Seperti jalan, ketika satu titik diperbaiki, biasanya di titik yang lain ada yang rusak, sekolah juga sama," kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik), KBB, Rustiyana, Senin (20/2/2023).

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2022, total jumlah perpustakaan di sekolah tingkat SD di KBB ada 434 perpustakaan yang tersebar di 16 kecamatan. Dari jumlah itu, sebanyak 103 perpustakaan rusak berat, 84 rusak sedang, 160 rusak ringan, dan hanya 87 perpustakaan yang kondisinya baik.

Sementara untuk sekolah jenjang SMP, perpustakaan yang terdata total ada 62. Berdasarkan data tersebut, sebanyak 9 perpustakaan rusak berat, 18 rusak sedang, 18 rusak ringan, dan ada 17 perpustakaan yang kondisinya baik. Perbandingan yang kondisi perpustakaan baik dengan yang rusak untuk tingkat SMP, masih lebih baik dibandingkan SD.

"Kerusakan ruang perpustakaan itu kami akan perbaiki secara bertahap dengan skala prioritas, karena anggaran yang ada terbatas. Untuk perbaikan ruang kelas saja tahun ini KBB dari DAK hanya dapat Rp7 miliar untuk SD dan Rp15 miliar untuk SMP," sebutnya.

Sejauh ini keberadaan perpustakaan di berbagai SD di KBB banyak yang belum memadai, baik dari aspek ketersediaan buku maupun sarana prasarana bangunan. Kondisi itu membuat budaya literasi atau minat membaca di kalangan siswa masih rendah sehingga harus jadi perhatian dari Dinas Pendidikan.

"Koleksi buku di perpustakaan sekolah kami masih minim, kurang dari seribu buku, itu yang jadi salah satu sebab siswa kurang tertarik membaca buku di perpustakaan," kata Kepala SDN Gandrung Endah, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, Lisda Dewiningsih.

Selain itu di perpustakaan sekolahnya juga minim buku literasi untuk kelas satu dan dua. Kebanyakan adalah buku tema pelajaran dan buku untuk kelas 4, 5, dan 6. Selain itu gedung perpustakaan juga masih menyatu dengan ruangan lain, dan minim fasilitas bangku serta kursi.

Pernah dipasang karpet sehingga anak bisa sambil lesehan membaca buku, tapi ketika ruangan bocor akhirnya karpet diongkar karena basah. Untuk perpustakaan SD yang pertama kali dibangun di Kecamatan Cisarua, masih banyak yang harus dibenahi di perpustakaan ini.

"Perpustakaan itu harus layak, bukunya lengkap, dan nyaman, sehingga murid juga merasa kerasan. Sehingga lambat laun budaya membaca mereka bisa terbentuk dengan sendirinya," pungkasnya.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya