Padahal, pada awal hingga pertengahan bulan Januari, sebagian besar wilayah Indonesia masih sering hujan. Namun, beberapa wilayah tercatat tidak mengalami hujan lebih dari 6 hari.
Dalam data citra dari BMKG, terdapa awan konvektif signifikan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua.
Serta tampak seluruh Jawa hingga Nusa Tenggara terjadi sedikit per-awan-an. Jeda hari hujan (dry spell) dan berkurangnya tutupan awan (less cloudiness) di Pulau Jawa dan sekitarnya disebabkan adanya blocking Monsun Asia.
Sering munculnya pusaran angin (vortex) di Samudera Pasifik bagian barat, di Laut Cina Selatan, serta di barat daya Sumatera, menyebabkan aliran masa udara lembab dari utara terhambat dan intrusi udara kering dari selatan lebih dominan pengaruhnya di bagian selatan Indonesia.
BMKG menguraikan penyebab cuaca terasa lebih panas saat musim hujan ini di antaranya adalah: