5 Alasan Seseorang Susah untuk Konsisten, Salah Satunya Terlalu Fokus pada Hasil!

Natalia Bulan, Jurnalis
Kamis 05 Januari 2023 11:20 WIB
Content creator Zahid Azmi Ibrahim/Istimewa
Share :

JAKARTA - Zahid Azmi Ibrahim yang sebelumnya menjalani pendidikan perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih untuk pindah universitas.

Zahid sempat menjalani gap year selama 8 bulan sampai akhirnya menerima beasiswa di sebuah universitas di Jepang yaitu Ritsumeikan Asia Pacific University (APU).

Sebagai konten kreator edukasi, Zahid kerap membagikan ilmu bermanfaat bagi penonton, di antaranya tips belajar bahasa asing, tips berbicara di depan umum, dan cara agar lebih produktif.

Banyak peminat, kini Zahid memiliki lebih dari 356.000 subscribers di YouTube Channel miliknya.

Melalui video YouTube yang diunggahnya kali ini (16/12/22), Zahid akan membagikan 5 alasan mengapa seseorang susah untuk konsisten atau membangun kebiasaan positif.

Berdasarkan pengalamannya sendiri, Zahid mengatakan bahwa pada masa sekolah dahulu, dirinya merupakan anak yang cukup pemalas dan susah konsisten.

Namun pada satu atau dua tahun ke belakang ini, Zahid menemukan flow untuk membangun kebiasaan dan menjadi konsisten.

Dari konsistensi yang dirinya terapkan ini, Zahid berhasil mencapai banyak hal, seperti menyelesaikan event lari, menyelesaikan puluhan buku, serta travelling ke berbagai negara di dunia.

Berikut 5 alasan yang membuat seseorang susah untuk menjadi konsisten:

1. Terlalu sering cek progres

Daripada mengecek progress setiap hari, lebih baik mengecek progres setelah sekian bulan atau sekian tahun.

Karena biasanya, progres seseorang itu hanya bertambah hanya sebanyak 1% atau bahkan kurang setiap harinya, sehingga perubahannya akan terlihat bukan dari hari ke hari, melainkan bulan ke bulan atau bahkan tahun ke tahun.

2. Mindset all or nothing

Mindset ketika seseorang berpikir antara memaksimalkan satu hal, atau tidak sama sekali.

Menurut Zahid, dampak dari mindset ini tidak begitu bagus, karena yang terpenting bagi Zahid bukanlah untuk selalu memberikan performa atau kualitas terbaiknya, tetapi bagaimana caranya ia tetap melakukan kebiasaannya supaya bola saljunya terus bergulung.

3. Terlalu fokus pada hasil

 

Supaya seseorang bisa konsisten dalam suatu kebiasaan, yang terpenting bukanlah hasil atau outcome, melainkan sistem yang membuat kita mudah untuk memberikan input.

4. Berpikir “Selamanya”

Ketika suatu goal diperkecil dari seumur hidup menjadi sesuatu yang lebih manageable, repetisinya akan mengecil dan semuanya terasa menjadi lebih mudah.

Semua orang menjadi lebih semangat karena terasa menjadi sesuatu yang mudah digapai.

 

5. Berhenti dua kali berturut-turut

Ketika seseorang mengizinkan suatu pengecualian berubah menjadi hal yang normal. Ketika sudah dua kali suatu kebiasaan terputus, nantinya justru akan bertambah menjadi 3 kali, 4 kali, dan seterusnya.

Pada akhirnya, kebiasaan tersebut hilang dan harus membangunnya dari awal lagi. Akan lebih mudah bangkit dari hari yang buruk, daripada kehilangan kebiasaan yang telah dibangun dari sekian lama.

Buat yang penasaran dengan penjelasan yang lebih detail, langsung aja cek videonya hanya di YouTube Channel Zahid Azmi Ibrahim, ya!

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya