CIMAHI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi memberikan pemahaman wawasan dan simulasi kebencanaan secara langsung kepada siswa di sekolah.
Hal itu sebagai dasar pengetahuan para siswa agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana khususnya gempa bumi.
Mereka adalah siswa di beberapa sekolah baik tingkat SD dan SMP yang ada di Cimahi.
Sehingga ketika terjadi bencana, mereka sudah siap dan mengerti mesti berlindung kemana agar dapat meminimalisasi jatuhnya korban.
"Simulasi ini sebagai bentuk antisipasi, mengingat Kota Cimahi juga mesti mewaspadai semua potensi bencana termasuk gempa bumi dan dampaknya akan seperti apa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono, Jumat (9/12/2022).
Pertimbangan lainnya, karena belakangan ini wilayah Jawa Barat sering diguncang gempa bumi.
Seperti gempa dengan magnitudo 5,6 yang berpusat di Cianjur, pada 21 November lalu, gempa yang berpusat di Garut, dan terakhir gempa magnitudo 5,8 di Kota Sukabumi yang getarannya terasa di Cimahi, Kamis (8/12/2022).
Oleh karena itu, lanjut dia, mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi salah satu fokus perhatian.
Seperti yang sudah dilakukan di SMPN 1 Cimahi, kemudian di SD Negeri Citeureup Mandiri 2, dan Mandiri 3.
Siswa dilatih bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi bencana khususnya gempa bumi.
"Mereka harus memahami teknik penyelamatan dan perlindungan diri saat terjadi gempa bumi ataupun bencana lainnya," ucapnya.
Pembekalan yang diberikan mulai dari bagaimana siswa bereaksi saat terjadi bencana.
Siswa dilatih tidak panik ketika keluar dari kelas, jalan menunduk dengan tas di atas kepala, melindungi kepala dari kemungkinan reruntuhan bangunan, berlindung di bawah meja, sampai kemudian mereka menyelamatkan diri ke tempat aman.
Menurutnya, program yang telah dijalankan ini mesti menjadi kegiatan berkelanjutan di Dinas Pendidikan Kota Cimahi sesuai arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi.
"Ketika anak terus dibekali ilmu mitigasi bencana mereka bisa siap ketika bencana terjadi, makanya nanti semua sekolah wajib menggelar simulasi seperti ini," pungkasnya.
(Natalia Bulan)