10 Tokoh Filsafat Yunani Kuno, Ada Penemu Matematika hingga Fisika

Rina Anggraeni, Jurnalis
Rabu 09 November 2022 09:52 WIB
Ilustrasi (Foto: Adobe)
Share :

2. Plato

Seorang murid dan sahabat Socrates, Plato, juga merupakan filsuf Yunani kuno yang namanya terkenal hingga saat ini.Plato lahir di Athena, Yunani, pada 428 SM atau 427 SM dan meninggal di tahun 348 SM.

Melansir Jurnal Cendikia berjudul ‘Mengenal Filsafat Antara Metode Praktik dan Pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles’ (2019), pemikiran Plato yang sangat mendunia dan tidak bisa dikesampingkan dari perkembangan filsafat Barat adalah mengenai ide.

Plato apik membangun kerangka pemikiran dengan pengaruh luar biasa, dan bisa merangkum berbagai persoalan filosofis dari masa sebelumnya.

Berlandaskan pada pemikirannya tentang ide, Plato membagi dunia atas dua jenis, yakni ide rasional dan ide indrawi.Dunia rasional adalah ketika ide-ide tersebut hanya terbuka bagi rasio kita sendiri.

3. Pythagoras

Bagi pencinta matematika, sudah pasti tak asing dengan rumus Pythagoras.Rumus ini ditemukan oleh seorang ahli matematika dan filsafat legendaris asal Samos, Yunani yang bernama Pythagoras.

Melansir laman Britannica, ia lahir pada 570 SM dan meninggal dunia di Italia, sekitar 500 sampai 490 SM.

Pythagoras merupakan putra seorang pedagang asal Tirus bernama Mnesarchus dan sering mengikuti ayahnya bepergian.

Di masa mudanya, Pythagoras diketahui membara ke berbagai negara, seperti Mesir dan Babilonia. Sementara itu, Pythagoras diketahui tidak menulis buku. Seluruh pemikirannya disampaikan oleh para muridnya.Ia kemudian mendirikan sekolah filsafat dan agama di Crotone, Italia Selatan.

Pythagoras memiliki banyak murid, namun tidak diketahui secara pasti berapa jumlah muridnya saat itu.

Ia juga dikenal luas sebagai matematikawan murni yang vegetarian dan hidup jauh dari gelimang harta.

Laman Sekolah Matematika dan Statistik Universitas St Andrews, Skotlandia, menyebut ada lima keyakinan yang dipegang teguh Pythagoras.

Yakni, bahwa pada tingkat yang paling dalam realitas bersifat matematis, bahwa filsafat dapat digunakan untuk pemurnian spiritual, bahwa jiwa dapat bangkit untuk bersatu dengan yang Ilahi, bahwa simbol-simbol tertentu memiliki nilai mistik dan signifikansi, serta bahwa semua saudara ordo harus menjaga kesetiaan dan kerahasiaan ketat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya