JAKARTA - Apa yang sebenarnya terjadi di balik konferensi Meja Bundar, menarik dibahas pada artikel kali ini.
Konferensi Meja Bundar menjadi saksi sejarah untuk bangsa Indonesia.
Pasalnya, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada Agustus 1945, Belanda masih berupaya menguasai Indonesia.
Konferensi Meja Bundar digelar di Den Haag, Belanda menjadi upaya diplomasi yang akhirnya berhasil membebaskan Indonesia dari Belanda.
Sebelum berlangsungnya konferensi ini, telah berlangsung tiga pertemuan tingkat tinggi yang dilaksanakan antara Belanda dan Indonesia, yakni perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), Perjanjian Roem-Royen (1949).
Latar belakang
Belanda berupaya menggagalkan kemerdekaan Indonesia berakhir dengan kegagalan. Akhirnya Belanda mendapat kecaman dari seluruh dunia.
Lalu Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah melalui cara diplomasi, lewat perundingan Linggarjati serta perjanjian Renville.
Tanggal 28 Januari 1949, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan resolusi yang mengancam serangan militer dari pihak Belanda keadpaa tentara Republik di Indonesia dan menuntut dipulihkannya pemerintah Republik.
Diserukan pula kelanjutan mengenai perundingan untuk menemukan penyelesaian yang damai antara dua belah pihak.
Oleh sebab itu, diadakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Hal itu dilakukan pada 23 Agustus-2 November 1949.
Konferensi ini merupakan titik terang bagi bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Hasil Konferensi Meja Bundar
1. Konferensi secara resmi ditutup di gedung parlemen Belanda pada 2 November 1949. Isi perjanjian konferensi adalah sebagai berikut
2. Kerajaan Nederland menyerahkan kedaulatan atas Indonesia yang sepenuhnya kepada Republik Indonesia Indonesia Serikat dengan tidak bersejarat lagi dan tidak dapat dicabut, dan karena itu itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
3. Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada konstitusinya; rancangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada kerajaan nederland
4. Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949
Tokoh dalam Konferensi Meja Bundar
- Bapak Drs. Moh Hatta sebagai Ketua Delegasi dari Indonesia
- J.H. van Maarseveen sebagai Ketua Delegasi dari Belanda
- Sultan Hamid II sebagai Ketua Delegasi BFO (Bijeen voor Federaal Overleg) BFO adalah suatu badan yang merupakan kumpulan negara-negara bagian bentukan Belanda
- Chritchley sebagai ketua Delegasi UNCI
(Natalia Bulan)