5 Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Sejarahnya, Salah Satunya Dikunjungi Putri Diana

Cita Zenitha, Jurnalis
Jum'at 28 Oktober 2022 11:18 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Istana Kepresidenan Yogyakarta menyetujui pembelian REC sesuai dengan penggunaan listrik perbulan selama 24 bulan, sampai dengan April 2024 mendatang.

Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana menerangkan pihaknya mendukung penggunaan energi ramah lingkungan sejalan program pemerintah.

“Istana Kepresidenan Yogyakarta ikut mendukung energi hijau, sesuai dengan program pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada tahun 2060,”

2. Proses Pembangunan Sempat Tertunda

Perang Diponegoro yang berlangsung pada 1825 sampai 1830 membuat pembangunan istana dihentikan. Tahun 1832 pembangunan kembali dilanjutkan.

Sayangnya tahun 1867 istana itu hancur karena gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Istana dibangun kembali dan selesai pada 1869.

3. Menjadi Istana Utama Pemerintahan Indonesia

Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi bisu masa revolusi Indonesia. Mohammad Hatta dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta diam-diam pada 4 Januari 1946.

Dua hari kemudian, Istana Kepresidenan Yogyakarta resmi menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Istana itu dijadikan sebagai kediaman Presiden Soekarno dan keluarganya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya