JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset untuk menemukan teknologi produksi biofalvour atau flavour alami sebagai pemberi rasa atau aroma untuk keperluan industri.
"Tujuan kerja sama ini adalah menemukan teknologi proses produksi bioflavour melalui fermentasi dengan memanfaatkan mikroba sebagai cell factory sehingga diharapkan kita bisa meng-create (menciptakan) industri flavour yang sustainable (berkelanjutan)," kata periset Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN Ario Betha Juanssilfero dikutip dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Ario menuturkan industri flavour sangat berkembang di dunia khususnya seiring dengan meningkatnya permintaan dari industri pangan, kosmetik, farmasi dan deterjen.
Menurut dia, produksi bioflavour dapat dilakukan melalui proses fermentasi, namun sampai saat ini belum ada laporan mengenai pemanfaatan biodiversitas mikroba Indonesia untuk produksi bioflavour.
Dalam riset tersebut, BRIN berupaya memanfaatkan mikroba untuk memproduksi bioflavour dan menggunakannya dalam pengolahan limbah biomassa.
Untuk menemukan teknologi produksi bioflavour tersebut, PRMT BRIN melakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dua dokumen dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor.