11. Pipet Ukur
Pipet ukur memiliki kegunaan yang mirip seperti pipet gondok, tetapi volume yang dapat dipindahkan menggunakan pipet ukur ini bisa disesuaikan dengan keperluan.
Caranya yaitu dengan menyesuaikan volume cairan dengan skala yang ada pada pipet ukur tersebut.
12. Pipet Tetes (Pasteur)
Pipet tetes berfungsi sebagai alat memindahkan sedikit larutan atau zat cair yang tidak memiliki ketelitian tinggi.
13. Buret
Buret berfungsi sebagai titrasi atau mengukur volume titran yang akan digunakan.
14. Bola Isap (Suction Bulb)
Bola isap digunakan untuk mengambil suatu zat cair atau larutan.
15. Mortal Martil
Mortal martil digunakan sebagai menumbuk atau menghaluskan sampel pengujian. Alat ini juga bisa digunakan sebagai pencampur beberapa bahan menjadi satu.
16. Neraca Ohaus
Neraca ohaus berfungsi untuk mengukur massa benda yang memiliki ketelitian 0,01 gram.
17. Neraca Analitik
Neraca analitik berfungsi untuk mengukur massa suatu zat, baik cair maupun padat.
18. Pembakar Bunsen
Pembakar bunsen digunakan pada uji kualitatif untuk memanaskan tabung reaksi.
19. Segitiga Porselen
Segitiga porselen digunakan untuk menopang wadah.
20. Lemari Asam
Lemari asam berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk menghindari atau melindungi dari jenis uap berbahaya, yang biasanya berbentuk cairan seperti asam sulfat maupun padatan NaOH.
Demikian alat-alat laboratorium dan fungsinya yang sering digunakan para pengguna laboratorium dalam mencampurkan beberapa bahan untuk kepentingan eksperimen atau sebuah praktikum.
(Natalia Bulan)