JAKARTA- Penyebab dan proses terjadinya angin puting beliung menarik untuk diulas. Angin ialah udara yang bergerak dan bisa mempengaruhi suhu, karena angin bergerak dari suhu udara rendah ke suhu udara yang tinggi.Angin sendiri merupakan benda yang tidak dapat dilihat dan dipegang namun bisa dirasakan.
Embusan angin bisa membuat sejuk, namun apabila hembusan anginnya sangat kencang bahkan bisa sampai mendorong kapal yang ada di laut untuk bergerak.
(Foto:Freepik)
Penyebab dan proses terjadinya angin puting beliung terjadi karena adanya beberapa perubahan tekanan udara dan juga perubahan suhu yang terjadi di suatu wilayah.
Selain itu, disebabkan juga oleh adanya energi panas matahari yang berpengaruh. Perbedaan suatu daerah yang menerima sinar matahari lebih besar maka angin yang terasa pun sedikit dan cenderung suhu udara yang panas dan tekanan udaranya pun rendah.
Beberapa daerah di Indonesia seperti Cirebon, Gresik, Sragen, Bandung, Bogor dan beberapa daerah lainnya diterjang angin puting beliung.
Angin puting beliung mempunyai sifat merusak lantaran dapat membuat atap rumah berterbangan, rumah semi permanen mengalami kerusakan, pohon yang tinggi, rimbun, dan rapuh akan tumbang. Bahkan yang paling parah, merenggut korban jiwa.
Angin puting beliung biasanya terjadi saat masa pancaroba baik dari peralihan musim hujan ke kemarau atau sebaliknya. Angin puting beliung tidak memiliki siklus dan sangat jarang terjadi lagi di lokasi yang sama.
Angin puting beliung terjadi karena awan cumulusnimbus dan memiliki durasi kejadian yang sangat singkat. Biasanya fenomena ini akan terjadi 3 sampai 5 menit.
Selain itu, Anda bisa mengetahui angin puting beliung akan datang pada sehari sebelumnya. Udara pada malam sampai pagi hari di kawasan Anda akan terasa panas, pengap, atau sumuk.
Jika puting beliung akan datang, udara di sekitar tempat Anda berdiri menjadi dingin. Bila dahan atau ranting bergoyang cepat, artinya hujan dan angin kencang akan datang.
Bila terdengar sambaran petir yang cukup keras, maka ada kemungkinan hujan lebat, petir, dan angin kencang akan terjadi. Kemudian, jika satu atau tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim penghujan, kemungkinan hujan deras akan turun dan diikuti angin kencang.
Sementara itu, angin puting beliung ini juga tidak memiliki siklus karena sangat jarang terjadi susulan di lokasi yang sama. Kemudian angin puting beliung lebih sering terlihat saat siang atau sore hari, sangat jarang kejadian munculnya angin ini pada malam hari.
(RIN)
(Rani Hardjanti)