2. Tragedi Stadion Accra, Ghana
Pada 9 Mei 2001, tragedi ini terjadi di Stadion Accra, Ghana saat berlangsung pertandingan antara Kumasi Asante Kotoko melawan Hearts of Oak.
Korban yang tewas mencapai 126 suporter.
Kerusuhan mulai terjadi ketika suporter Kumasi Asante Kotoko melempar benda-benda ke lapangan karena tidak menerima kekalahan dari rival terbesar mereka.
Sampai akhirnya, polisi menembakkan gas air mata ke tribun penonton dan menimbulkan kekacauan di jalan keluar.
3. Tragedi Stadion Kanjuruhan, Indonesia
Pada 1 Oktober 2022, tragedi ini berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia saat berlangsung pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Tragedi ini menimbulkan 125 korban tewas. Namun, data tersebut masih sementara karena tidak menutup kemungkinan korban bertambah.
Kerusuhan terjadi karena suporter Arema FC tidak terima dengan kekalahan dan menyerbu ke lapangan.
Sampai akhirnya, polisi melempar gas air mata ke tribun sehingga menyebabkan para penonton berlarian dengan panik.
4. Tragedi Stadion Hillsborough, Inggris
Pada 15 April 1989 tragedi terjadi di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris yang menyebabkan 97 suporter tewas.
Hal ini berlangsung ketika pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest.
Berdasarkan pemeriksaan Inggris pada 2016, tragedi ini terjadi akibat kesalahan polisi. Hal ini menyebabkan perubahan kebijakan seperti menghapus area berdiri di sekitar lapangan.
5. Tragedi Stadion Hailstorm, Nepal
Pada 12 Maret 1998, para penonton menyerbu ke pintu keluar karena terjadi badai hujan es di dalam Stadion Hailstorm, Kathmandu, Nepal.
Namun, pintu keluar itu terunci karena menghindari orang yang masuk tanpa memiliki tiket.
Hal ini menyebabkan lebih dari 90 orang tewas karena berdesak-desakkan.