11. Pangeran Soerjohamidjojo (anggota)
12. Pangeran Poeroebojo (anggota)
13. Dr. Mohammad Amir (anggota)
14. Mr. Abdul Abbas (anggota)
15. Teuku Mohammad Hasan (anggota)
16. G.S.S.J. Ratulangie (anggota)
17. Andi Pangeran (anggota)
18. Anang Abdul Hamidan (anggota)
19. I Goesti Ketoet Poedja (anggota)
20. Mr. Johannes Latuharhary (anggota)
21. Yap Tjwan Bing (anggota)
Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, Keanggotaan PPKI bertambah menjadi enam, yaitu:
1. Achmad Soebardjo (Penasihat)
2. Sajoeti Melik (anggota)
3. KI Hadjar Dewantara (anggota)
4. R.A.A Wiranatakoesoema (anggota)
5. Kasman Singodimedjo (anggota)
6. Iwa Koesoemasoemantri (anggota)
Komposisi keanggotaan PPKI dinilai tepat karena tugas berjalan dengan sebaik-baiknya hingga Indonesia meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Selain itu pembentukan PPKI ini menimbulkan jiwa rakyat Indonesia untuk merdeka semakin tinggi.
Hingga PPKI akhirnya dibubarkan pada 29 Agustus 1945.
(Natalia Bulan)