Jika tidak cermat dalam menyikapinya, hubungan ini bisa mengakibatkan ketergantungan terhadap sang idola hingga menciptakan rasa obsesi dan fanatisme.
Hingga tak jarang hal tersebut justru berujung menyakiti diri sendiri karena yang dibayangkan tidak sesuai dengan realita.
Namun, jika penggemar mampu menyikapinya dengan bijak, hubungan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber motivasi dan penyemangat untuk diri sendiri agar menjadi lebih baik atau bahkan termotivasi untuk menjadi sejajar dengan sang Idola-nya.
Tidak perlu memberikan ekspetasi tinggi pada idola karena kenyataannya mereka hanyalah manusia biasa yang masih perlu belajar dan berkembang, sama seperti kita. Untuk itu, yuk, mari dukung idolamu dengan sewajarnya!
Adinda Balqis Yuswadi aktivis Persma Ketik Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta
(Natalia Bulan)