LOMBOK TIMUR - Pengurus pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menjadikan Desa Sapit, Kecamatan Suele, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai proyek percontohan desa inklusif dan kampung kompeten di wilayah tersebut.
Desa yang memiliki penduduk sekitar 5 ribu jiwa itu dipilih karena mayoritas penduduknya aktif melakukan edukasi di sejumlah bidang.
Seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, dan lain sebagainya.
Koordinator kerjasama luar negeri dan NGO pengurus pusat Kagama Anwarini mengatakan, program desa inklusi dan kampung kompeten itu bertujuan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat berbasis kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pihaknya membantu kelompok pemuda setempat dengan 500 bibit kopi untuk ditanam dan dikembangkan.
Selain itu, PP Kagama merekrut 10 orang pemuda Desa Sapit untuk dilatih sebagai barista hingga mendapat sertifikat kompetensi.