Berikut 6 jenis batik di Indonesia yang populer beserta penjelasannya yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:
1. Batik Mega Mendung, Cirebon, Jawa Barat
Batik Cirebon menjadi salah satu kain yang populer dengan beberapa motif khas, salah satunya ialah mega mendung. Batik dengan pola awan-awan yang termasuk dalam golongan wadasan atau batik keraton ini memiliki filosofi tentang kesabaran.
Mega mendung terdiri dari kata ‘mega’ yang berarti awan dan ‘mendung’ yang berarti langit redup sebelum turun hujan. Mendung di sini juga berarti kesabaran. Selain dengan gambarnya, mega mendung mempunyai khas dengan tujuh gradasi warna yang digunakan sebagai pelapis dengan maksud tujuh lapisan yang ada di langit.
Dengan proses pembuatan yang cukup sulit, jika hasil membatik semakin baik, maka orang tersebut merupakan orang yang telaten atau sabar. Maka dari itu, para pemakai batik mega mendung ini juga diharapkan memiliki sifat penyabar, teduh, dan dapat mendinginkan suasana.
2. Batik Buketan, Pekalongan, Jawa Tengah
Sesuai dengan sebutannya sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki ragam motif batik populer yang kerap dicari oleh para pencinta batik. Salah satunya, motif buketan yaitu motif khas bernuansa alam berupa bunga-bunga, lalu dilengkapi dengan warna-warna cerah, dan burung-burung. Buketan yang berasal dari bahasa Belanda ‘boeket’ berarti rangkaian bunga yang melambangkan kebahagiaan, kemurnian, kecantikan, dan keceriaan. Sedangkan, burung-burung pada motif ini menjadi simbol wibawa dan anggunnya seorang wanita.
3. Batik Parang Kusumo, Solo, Jawa Tengah
Motif batik parang menjadi salah satu corak tertua di Indonesia yang terbagi menjadi tiga jenis, salah satunya ialah batik parang kusumo dari Solo. Memiliki motif yang menyerupai gambar ombak, kain batik klasik ini juga menyimpan filosofi tentang kehidupan.
Pasalnya, corak yang menyerupai ombak ini menggambarkan bagaimana ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang serta bebatuan. Begitu pun dengan kehidupan yang penuh perjuangan dan usaha dalam mencapai keharuman lahir dan batin. Tanpa meninggalkan norma dan sopan santun.
Batik parang kusumo dari Solo dengan gambar yang sedikit lebih ramping dari Yogyakarta ini, biasa digunakan dalam acara tukar cincin. Tidak hanya itu, saat ini, batik parang kusumo juga telah dimodifikasi menjadi ragam fesyen yang dapat digunakan di berbagai acara.