"Bekal selama berkuliah di Uper membuat kami memiliki fondasi keilmuan yang solid. Kami hanya perlu menguatkan pelajaran di beberapa mata kuliah teknis seperti Teknik Pengeboran, Teknik Produksi, Teknik Reservoir, dan Well Testing. Serta mata kuliah terkait kemampuan berfikir seperti Creative Problem Solving dan Critical Thinking,“ tutur Katarina.
Dengan aktif mengikuti berbagai kejuaraan di bidang STEM, Katarina berharap dapat mematahkan stereotip dan bias gender dalam pekerjaan di bidang teknis.
Menurutnya, untuk meningkatkan partisipasi dan ketertarikan perempuan di bidang STEM, diperlukan suntikan motivasi.
“Misalnya, dengan menonjolkan prestasi perempuan di bidang STEM. Sehingga, masyarakat dapat melihat bahwa setiap individu terlepas gendernya, mampu berkontribusi di bidang ini,” ujarnya.
(Natalia Bulan)