Motor penggerak
Penciptaan Duta Hemat Energi di masing-masing sekolah diharapkan mampu menjadi inspirator dan motivator bagi lingkungan sekolah. Hal ini ditunjukkan salah satu DHE saat tim Kementerian ESDM dan IIEE memantau langsung di lapangan.
Ibrahim (11 tahun), siswa SDN Dr Sutomo V/327 Surabaya, Jawa Timur, mengungkapkan pemilihan DHE oleh manajer sekolah ditentukan berdasarkan atas kebiasaan perilaku hemat energi di kelas. "Saya suka mematikan kipas setelah kelas selesai," katanya.
Salah satu aksi yang dilakukan oleh DHE di sekolah tersebut adalah menciptakan kegiatan patroli energi. "Kami melakukan patroli ke ruangan di sekolah, mana saja (alat elektronik) yang bisa dimatikan saat tidak dipakai," ujarnya.
Menurut Ibrahim, tim DHE SDN Dr Sutomo V telah diberikan pembekalan oleh manajer energi sebelum melakukan aksi hemat energi.
Tim DHE kemudian melakukan pemetaan lokasi sekolah yang menjadi sasaran hemat energi. "Kita sendiri yang membuat denah (sekolah) dan rencana hemat energi. Biasanya kita kumpul dulu setelah pulang sekolah dari jam 11.20 sampai 13.30 WIB," sambungnya.
Ibrahim mengaku keikutsertaannya menjadi bagian tim DHE SDN sangat bermanfaat sebagai modal untuk menyebarkan informasi hemat energi di sekolah. "Saya senang, apalagi ini buat masa depan, kami juga di tim, ada yang kelas 5 sebagai kelanjutan program di sekolah ini, bila kami lulus nanti," jelasnya.
Program Lomba Hemat Energi sudah berjalan sejak 2017 di beberapa lokasi dengan dukungan dari berbagai lembaga baik nasional maupun internasional. Kota-kota yang sudah mendapatkan manfaat program ini adalah Semarang, Solo, Magelang, Bandung, dan Jakarta.
(Natalia Bulan)