4. Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd juluki sebagai Sang Penafsir oleh dunia Barat berkat peran-perannya dalam menafsirkan hampir semua karya Aristoteles.
Ibnu Rusyd yang mempunyai nama asli Abu al Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Rusyd merupakan seorang pemikir Muslim yang berasal dari Spanyol.
Di Barat, ia lebih dikenal dengan nama Averoes. Selain filsuf, Ibnu Rusyd juga pernah menjadi seorang dokter istana dan hakim di masa Kekhalifahan Muhahiddun.
Di antara banyak karyanya, karya Ibnu Rusyd yang paling terkenal adalah Tahafut at-Tahafut yang berarti Kerancuan dari Kerancuan. Buku ini berisi kritik atas Kitab Al-Ghazali, Tahafut al-Falasifah.
5. Ibnu Arabi
Ibu Arabi merupakan murid dari Ibnu Rusyd. Meskipun pemikiran Ibnu Arabi tidak mengekor pada gurunya, namun ajaran Ibnu Rusyd akan berpengaruh pada jalan pemikiran filsuf muslim satu ini.
Berbeda dengan filsuf-filsuf sebelumnya, Ibnu Arabi mempunyai pemikirannya sendiri. Hal itulah yang membuatnya menjadi salah satu filsuf termahsyur dalam sejarah Islam. Kitabnya yang paling terkenal, Al Futuhat Al Makkiyyah, termasuk ke dalam kitab monumental dalam ilmu tasawuf.
Sebagai seorang pemikir, Ibnu Arabi juga pandai meracik ilmu dan menjadi pelopor dari tasawuf falsafi yang menggabungkan ilmu tasawuf dan filsafat.
(Natalia Bulan)