“Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia. China dengan pertumbuhannya dapat memberikan banyak kontribusi bagi Indonesia” kata Djauhari Oratmangun, Selasa (12/7/2022).
Duta Besar juga berharap para peserta suatu saat dapat mengunjungi China untuk mengenal secara langsung budaya dan pendidikannya.
Dr. H. Yaswardi, M. Si., Direktur Guru Sekolah Menengah dan Luar Biasa, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) Republik Indonesia mengatakan topik yang diangkat dalam rangka memperkuat kapasitas sdm guru dan kepala sekolah yang bersifat holistic dan komperehensif.
Kolaborasi merupakan keharusan juga pada sekolah inklusi dimana siswa yang normal bergabung dengan siswa disabilitas.
“Jumlah guru pendidikan khusus di SLB baru tercapai 70%” katanya. Oleh karena itu perlu guru pendidikan khusus yang difasilitasi melalui bimbingan teknis pendidikan inklusi dengan kolaborasi antara guru mapel, guru kelas dan guru pendidikan khusus.
Pastikan para peserta banyak mendapat informasi dan ilmu yang dapat diterapkan di sekolah.
Director General of the Shanghai Municipal Education Commission (SMEC) Wang Ping mengatakan perkembangan pendidikan khusus di Shanghai sangat baik.
“Pastikan semua pembelajaran berjalan dengan baik” katanya. Pelatihan ini ditujukan bagi para kepala sekolah dan guru sekolah luar biasa agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas.
Karena guru juga perlu belajar agar lebih inovatif terutama dalam bidang pendidikan khusus. Profesor Zhang Minxuan, Director of UNESCO Teacher Education Centre mengatakan telah banyak membentuk sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus juga pengadaan internet bagi mereka.
“Mereka perlu recovery pendidikan yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sosialnya” katanya. Para siswa ini telah banyak mendapat dukungan dari pemerintah China.
Harapannya Indonesia dan negara lain dapat menjadi teman untuk memahami lebih dalam dan memperkuat persahabatan untuk selalu berkomunikasi bersama agar mendapat banyak informasi tentang anak berkebutuhan khusus demi masa depan yang baik.
Kegiatan ini diinisiasi oleh bidang Perencanaan dan Kerja Sama khususnya bidang Kemitraan Luar Negeri UNY.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama UNY Profesor Siswantoyo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan KBRI Beijing dan mitra baru Teacher Education Center of UNESCO untuk melaksanakan pelatihan ini.
“UNY telah banyak berkolaborasi dalam berbagai pelatihan dengan KBRI Beijing” kata Siswantoyo.
UNY sebagai universitas komprehensif yang fokus pada pelatihan guru sangat bersemangat untuk memiliki mitra baru yang juga berfokus pada pelatihan guru.