Alasan Mengapa Bangsa Indonesia Awalnya Mau Kerja Sama dengan Jepang di Era Penjajahan

Natalia Bulan, Jurnalis
Rabu 08 Juni 2022 14:29 WIB
Bala tentara Jepang/Wikipedia
Share :

Tentu saja hal ini membuat hati Rakyat Indonesia bahagia dan menyambut kedatangan Jepang serta menganggap bahwa mereka dapat membebaskan belenggu dari penjajah Belanda.

Selain itu, untuk memikat hati rakyat, Jepang juga membuat propaganda Tiga A yang berisi Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.

Namun, seiring berjalannya waktu, sikap dan tindakan Jepang berubah. Mereka mulai melarang pengibaran bendera Merah Putih dan yang hanya boleh dikibarkan adalah bendera Hinomaru.

Selanjutnya mengganti lagu Indonesia Raya dengan lagu Kimigayo. Sejak itu, Rakyat Indonesia mulai tidak bersimpati dengan Jepang.

Jepang yang mereka juluki 'Saudara Tua' tidak seperti yang mereka janjikan sebelumnya.

Sementara itu, perkembangan Perang Asia Timur Raya mulai tidak menggembirakan. Kekalahan Jepang di berbagai medan pertempuran telah menimbulkan rasa tidak percaya dari rakyat.

Terdesak oleh kondisi seperti itu, Jepang berusaha memulihkan keadaan dan harus dapat bekerja sama dengan tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.

Jepang bahkan membebaskan Soekarno yang saat itu ditahan di Padang oleh Pemerintah Hindia Belanda dan pada 9 Juli 1942 sudah bisa berada di Jakarta untuk bergabung dengan Mohammad Hatta.

Jepang berusaha untuk menggerakkan seluruh rakyat melalui tokoh-tokoh nasionalis. Jepang ingin membentuk organisasi massa yang dapat bekerja untuk menggerakkan rakyat.

Pada bulan Desember 1942, dibentuklah panitia persiapan untuk membentuk sebuah organisasi massa.

Saat itu, Soekarno, Hatta, KH Mas Mansur, dan Ki Hadjar Dewantara dipercaya untuk membentuk gerakan Pusat Tenaga Rakyat (Putera) pada 16 April 1943.

Mereka kemudian disebut sebagai empat serangkai yang diketuai oleh Soekarno.

Tujuan Putera adalah untuk membangun dan menghidupkan kembali segala sesuatu yang telah dihancurkan oleh Belanda.

Menurut Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia guna membantu Jepang dalam perang.

Di samping tugas di bidang propaganda, Putera juga bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi.

Jepang benar-benar terancam dalam perangnya melawan sekutu. Untuk semakin menarik simpati bangsa Indonesia agar tetap mendukung Jepang, maka pada tanggal 1 Maret 1945, Kumaikici Harada mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya