JAKARTA - Diterima di satu perguruan tinggi idaman adalah hal yang sangat membahagiakan. Rasanya, hasil kerja keras seorang pelajar mampu dibayar tuntas dengan adanya pengumuman lolos seleksi dari universitas.
Namun, beberapa siswa Indonesia memiliki kisah berbeda. Bukan hanya diterima di satu perguruan tinggi bergengsi, tapi lebih dari itu. Bahkan ada yang diterima di 5 kampus. Mereka pun menjadi ‘rebutan’ universitas terbaik di dunia. Berikut informasi lengkapnya.
Maudy Ayunda
Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda sempat menghebohkan warganet karena diterima di 2 universitas bergengsi sekaligus, yakni Universitas Harvard dan Universitas Stanford yang keduanya berada di Amerika Serikat. Hal itu diumumkan sendiri oleh Maudy melalui akun resmi Instagram dia pada 2019.
Akhirnya, ia menjatuhkan pilihan untuk belajar di Universitas Stanford dan lulus dengan 2 gelar sekaligus (Master of Arts dan Master of Business Administration). Sebelumnya, pemilik nama lengkap Ayunda Faza Maudya ini juga menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Oxford, Inggris.
Mengenyam pendidikan di 2 universitas bergengsi dunia membuat Maudy terus menjadi inspirasi banyak anak muda di Tanah Air. Kini, dirinya ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah dalam Presidensi G20 di Bali.
BACA JUGA:Jenderal Dudung Berikan Beasiswa untuk Anak Sertu Eka yang Jadi Korban KKB Papua
BACA JUGA:Beasiswa Pancakarsa, Pemkab Bogor Berencana Tambah Jadi 1.500 Penerima
Muhammad Farhan Fawwaz Farabi
Siswa MAN Insan Cendikia yang berlokasi di Serpong, Muhammad Farhan Fawwaz Farabi atau yang akrab disapa Fawwaz, diterima oleh 5 perguruan tinggi sekaligus. Tak tanggung-tanggung, seluruh universitas itu bergengsi dan tersebar dari Asia hingga Eropa. Melansir Okezone, Fawwaz diterima di Universitas Indonesia melalui jalur SNMPTN.
Selanjutnya, ia juga diterima di Monash University, Adelaide University, dan Royal Melbourne Institute of Technology. Di Belanda, Fawwaz dinyatakan lolos seleksi dan diterima sebagai mahasiswa Wageningen University and Research.
Kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan oleh Fawwaz, namun juga Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Keberhasilan Fawwaz ini dianggap sebagai gambaran kualitas dari jebolan madrasah unggulan binaan Kementerian Agama RI. Ia mengutarakan kebanggaannya atas apa yang sudah dicapai Fawwaz.