Gandeng Universitas Bergengsi, FK UNS: Apotek Komunitas Berperan dalam Tanggap Pandemi

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 28 Maret 2022 16:57 WIB
Universitas Sebelas Maret/dok UNS
Share :

SOLO-Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng universitas ternama di Indonesia dan dunia terlibat penelitian (Protecting Indonesia from the Threat of Antibiotic Resistance (PINTAR).

(Baca juga: Rektor UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

Diketahui, Apotek komunitas dan toko obat swasta dapat mengurangi beban fasilitas kesehatan di masa pandemi melalui pemberian saran serta obat yang akurat dan tepat kepada pasien. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan keterlibatan apotek komunitas dalam upaya tanggap wabah atau pandemi dengan pedoman yang tepat dan sarana seperti Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.

Yusuf Ari Mashuri dari tim peneliti FK UNS mengatakan, ketika apoteker dan TTK memiliki akses pada pedoman dan informasi yang tepat, banyak dari mereka berkeinginan untuk aktif dalam upaya penanggulangan wabah.

“Misalnya dengan memberikan saran pada pelanggan, membagikan leaflet, dan ikut serta dalam kegiatan surveilans. Saran dari para pakar kesehatan sangat penting untuk menanggulangi adanya kesalahan informasi Covid-19 yang tersebar di media sosial,” ujar Yusuf Ari Mashuri.

Penelitian ini mengungkapkan kerentanan proses distribusi alat kesehatan untuk pencegahan infeksi, seperti hand sanitizer, dan APD. Hal ini adalah tantangan yang dihadapi banyak negara berkembang di awal masa pandemi.

Peran Penting Apotek Komunitas dan Toko Obat

Apotek komunitas dan toko obat memainkan peran penting dalam melayani masyarakat karena sering menjadi tempat pertama yang dituju untuk mencari pengobatan, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Penelitian mengenai perilaku dan pengalaman para tenaga kerja kesehatan di sektor publik selama pandemi Covid-19 telah banyak dilakukan. Namun, masih sedikit yang berfokus pada apoteker dan TTK yang bekerja di apotek komunitas dan toko obat.

Prof. Tri Wibawa dari UGM mengatakan bahwa dalam penelitian mereka menunjukkan betapa pentingnya apotek komunitas dan toko obat di garda depan layanan kesehatan dan tantangan yang dihadapi selama pandemi di Indonesia.

“Hasil penelitian kami berkontribusi penting bagi komunitas ilmiah. Survei kami merupakan salah satu survei terbesar pada apoteker dan TTK yang bekerja di apotek komunitas dan toko obat di Asia Tenggara selama pandemi Covid-19,” jelas Prof.Tri Wibawa yang memimpin survei ini

Saat ini, apoteker dan TTK dituntut untuk berperan lebih aktif dalam surveilans wabah, edukasi kesehatan, penelitian obat, pemberian vaksin, tes diagnostik, dan program dukungan kepatuhan pengobatan. Peran tersebut menjadi penting terutama ketika pelayanan kesehatan klinis yang kewalahan, khususnya di negara dengan sumber daya kesehatan yang terbatas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya