3 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh dalam Bidang Kedokteran, Ada Ibnu Sina!

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Minggu 13 Maret 2022 10:08 WIB
Ibnu Sina. (Foto: UII)
Share :

Al Razi

Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Al Razia atau Al Razi adalah seorang ilmuwan Muslim asal Teheran, Iran. Ia lahir pada abad ke-9 atau tahun 865 Hijriyah. Ia dikenal luas sebagai penemu asam sulfat. Kecerdasan Al Razi memang sudah terlihat sejak belia.

Al Razi menempuh pendidikan di banyak bidang seperti kedokteran, matematika, filsafat, kimia, hingga musik. Ia menulis sebuah buku terkenal yang kemudian menjadi rujukan masyarakat Eropa berjudul Al Hawi fi al Tibb atau sebuah ensiklopedia medis. Sebelum menulis buku itu, Razi terlebih dahulu melakukan observasi pengobatan di beberapa negara seperti India, Yunani, Arab dan Suriah.

Pengetahuannya yang mendalam tentang dunia kedokteran membuat Razi menulis monogrof pertamanya tentang pediatri. Di dalamnya, ia menjelaskan secara detail tentang campak dan cacar. Razi merupakan dokter yang sangat jenius di masa itu.

Al Zahrawi

Al Zahrawi adalah dokter dan ilmuwan Muslim asal Kordoba, Spanyol. Ia dilahirkan dengan nama lengkap Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al Zahrawi pada tahun 936 atau abad ke-10. Ia menelurkan buku kedokteran ternama yang diberi judul Al Tasrif. Isinya adalah kumpulan praktik ilmu kedokteran dan memiliki jilid hingga 30.

Buku karyanya itu dianggap sangat lengkap, sebab memuat ilmu kedokteran gigi hingga kelahiran anak. Di bidang kedokteran, Al Zahrawi dikenal sebagai Bapak Operasi Bedah dan memulai penggunaan bedang jahit bedah guna menjahit organ dalam tubuh seseorang.

*diolah dari berbagai sumber

Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya