Karena itu, model rencana dan asesmen ini dapat untuk mengembangkan keterampilan literasi pelajar daripada menggunakan model rencana pembelajaran nonkonstruktif dan model asesmen konvensional biasa.
Ia menyebutkan lokasi yang menjadi mitra riset adalah MI Al-Itishaam Pamulang, Tangerang Selatan, Banten dan SDN Margawangi Kabupaten Sukabumi, Jabar.
Sementara itu, guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margawangi Putri Selviana mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mulai beradaptasi dan menerapkan pembelajaran konstruktif berbasis proyek di sekolah tersebut.
Hal ini, menurut dia, untuk mempersiapkan para pelajarnya agar mampu bersaing dan meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa melalui pengembangan keterampilan literasi peserta didik seperti metode critical engagement.
Para siswa dituntut untuk berpartisipasi aktif dan berpikir kritis, seperti halnya ada tahapan kelas demokratis, negosiasi nilai, fase dialog perkuatan antarkelas, membuat kelompok kecil, serta belajar memecahkan permasalahan dari kasus pembelajaran.
"Melalui penerapan model seperti ini para siswa terlihat sangat senang, aktif, dan bisa mengembangkan kemampuannya masing-masing dalam pembelajarannya," terangnya.
(Susi Susanti)