JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyebutkan dengan kenaikan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir maka kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tingkat kehadiran siswa 100 persen perlu dievaluasi.
Ia mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 di setiap daerah yang berbeda-beda juga membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
"PTM di sekolah sebaiknya melibatkan otoritas daerah dan satuan pendidikan setempat, jika memang kondisinya tidak memungkinkan bisa dihentikan dengan menggunakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," ujar Abdul Fikri Faqih, Rabu (2/2/2022) ketika dikonfirmasi.
Baca juga: Kejar PTM 100 Persen, Anak Usia 6-11 Tahun Diwajibkan Vaksin Covid-19
Lonjakan kasus Covid-19 dan munculnya varian omicron di Indonesia dikatakannya perlu menjadi bahan evaluasi dalam kebijakan PTM 100 persen. Jangan sampai klaster di sekolah membuat tenaga pengajar dan siswa menjadi korbannya.
"Klaster-klaster baru bermunculan di sekolah, namun yang paling tahu kondisi riil di lapangan tentu satuan pendidikan setempat," kata Abdul Fikri Faqih.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 400 dalam Sehari, 18 Sekolah Lockdown
Ia meminta PTM yang dilaksanakan saat kasus Covid-19 meningkat tidak mengakibatkan gangguan kesehatan dan ancaman jiwa bagi anak didik.