Dampak Pandemi Covid-19, Siswa Generasi Ini Bisa Kehilangan Pendapatan Sebesar Rp243 Kuadriliun

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 10 Januari 2022 12:19 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

WASHINGTON – Generasi siswa saat ini berpotensi kehilangan USD17 triliun (Rp243 kuadriliun) pendapatan seumur hidup, atau setara dengan 14 persen PDB global saat ini, akibat dari penutupan sekolah terkait pandemi Covid-19, menurut laporan baru yang dirilis oleh Bank Dunia, UNESCO, dan UNICEF. Proyeksi baru ini mengungkapkan bahwa dampak pandemi terhadap pendidikan lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya, dan jauh melebihi perkiraan USD10 triliun yang dirilis pada 2020.

BACA JUGA: Belajar Daring Sebabkan Kemampuan Akademis Siswa Menurun

Laporan “The State of the Global Education Crisis: A Path to Recovery” ini juga menunjukkan bahwa di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, pangsa anak-anak yang berada di Learning Poverty, yang telah berada di angka 53 persen sebelum pandemi, berpotensi mencapai 70 persen. Ini mengingat penutupan sekolah yang lama dan ketidakefektifan pembelajaran jarak jauh untuk memastikan kelangsungan pembelajaran penuh selama penutupan sekolah.

“Krisis Covid-19 membuat sistem pendidikan di seluruh dunia terhenti,” kata Jaime Saavedra, Direktur Pendidikan Global Bank Dunia dalam keterangan pers yang dilansir dari laman resmi UNICEF.

“Sekarang, 21 bulan kemudian, sekolah tetap ditutup untuk jutaan anak, dan yang lainnya mungkin tidak akan pernah kembali ke sekolah. Hilangnya pembelajaran yang dialami banyak anak secara moral tidak dapat diterima. Dan potensi peningkatan Learning Poverty mungkin berdampak buruk pada produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan di masa depan bagi generasi anak-anak dan remaja ini, keluarga mereka, dan ekonomi dunia.”

BACA JUGA: AS dan UNICEF Tandatangani Kesepakatan Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 di Indonesia

Simulasi memperkirakan bahwa penutupan sekolah mengakibatkan hilangnya pembelajaran yang signifikan sekarang dikuatkan oleh data nyata.

Bukti dari Brasil, Pakistan, pedesaan India, Afrika Selatan, dan Meksiko, antara lain, menunjukkan kerugian besar dalam matematika dan membaca. Analisis menunjukkan bahwa di beberapa negara, rata-rata, kehilangan pembelajaran secara kasar sebanding dengan lamanya penutupan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya