PONOROGO - Kesulitan pupuk, dialami petani di Ponorogo Jawa Timur. Pupuk pabrik, langka di pasaran dan kalaupun ada harganya naik dua kali lipat.
Peduli dengan kondisi tersebut, ratusan siswa membuat pupuk organik cair, dari kotoran sapi. Pupuk ini, akan dibagikan gratis kepada petani yang membutuhkan, sebagai pengganti pupuk pabrikan.
Para siswa ini sibuk menyiapkan tandon, ukuran seribu liter. Sebagian lainnya, menimbang kotoran sapi. Mencampur kotoran sapi dengan tangan. Selanjutnya, memasukkan ke dalam tandon air ukuran seribu liter.
Ini adalah kesibukan siswa SMK Pemda, Jepun Ponorogo. Mereka tengah mengolah kotoran sapi, menjadi pupuk organik, sebanyak seribu liter. Nantinya, pupuk cair ini, akan dibagikan gratis, kepada wali murid dan petani yang membutuhkan.
Pembuatan pupuk organik ini, dilakukan, karena sebagian besar siswa, orangtuanya dan petani. Saat ini, petani di Ponorogo, tengah kesulitan pupuk pabrikan, atau pupuk kimia.
Kalaupun ada, harga pupuk kimia, sangat mahal, naik dua kali lipat. Petani pun, keberatan dengan mahalnya pupuk kimia.
"Nah, pupuk buatan siswa ini, sebagai pengganti pupuk kimia. Harapannya, dengan pupuk gratis ini, bisa meringankan beban petani," salah satu SMK Pemda, Ari Mustofa.
Dengan pembuatan pupuk ini, siswa juga diajarkan untuk mengolah limbah, agar bisa bermanfaat. Limbah kotoran sapi, yang sebelumnya dibuang ke sungai, bisa diolah oleh siswa.
Rencananya, proses pembuatan ini akan terus dilakukan. Setelah seribu liter, habis dibagikan, akan membuat lagi seribu liter, seterusnya, setiap bulan. Upaya kreatif siswa ini, bisa menjadi solusi, saat petani kesulitan pupuk kimia.
(Khafid Mardiyansyah)