3 Kisah Anggota TNI Jadi Guru di Wilayah Terpencil, Harus Jalan Kaki 7 Km ke Sekolah

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Minggu 14 November 2021 10:22 WIB
Ilustrasi prajurit TNI menjadi guru. (Foto: TNI)
Share :

JAKARTA - Tidak hanya perihal menjaga perbatasan dan kedaulatan NKRI. Para prajurit TNI yang ditugaskan di wilayah terpencil dan perbatasan juga harus menjadi guru bagi murid-murid di sana.

Faktor utamanya adalah akibat kurangnya tenaga pendidik yang memberikan pelajaran di daerah perbatasan itu. Berikut kisahnya.

Baca juga: Jelang Pensiun, Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto Titip Pesan untuk Perwira TNI AL


Baca juga: Jenderal Andika Minta Penyalahguna Dana Koperasi AD Ditindak

Sambas, Kalimantan Barat

Karena terbatasnya tenaga pendidik, anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti harus ikut mengajar murid sekolah di Kecamatan Paloh, Sambas. Wilayah itu merupakan lokasi terpencil dan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pada 25 Agustus 2021, para prajurit sudah dibekali terlebih dahulu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Jadi, sudah sangat siap saat mendapat tugas. Bahkan, para anggota TNI tersebut sudah mengikuti berbagai penataran termasuk dari dinas pendidikan.

Kisah anggota TNI yang menjadi guru di wilayah Kalimantan Barat juga pernah ramai diperbincangkan pada 2015. Kala itu, Serda Yongki harus berjalan kaki sekitar 7 km dari tempatnya bertugas (pos TNI di pedalaman Kalimantan Barat) ke SDN 15 Segumun.

Sekolah tersebut tidak memiliki tenaga pengajar yang cukup untuk para muridnya. Di sekolah tersebut, Yongki mengajar PPKN, pramuka, seni dan kesehatan jasmani. Setiap harinya, Yongki mengajar dari pukul setengah 7 pagi hingga 2 siang. Rasa lelahnya karena menempuh perjalanan jauh, terbayar lunas saat melihat wajah para muridnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya