"KSM dilaksanakan secara nasional serentak menggunakan sistem yang disiapkan dan di bawah kendali Komite KSM Nasional. Even ini digelar berbasis elektronik, eksplorasi, dan eksperimen," jelas Isom.
"KSM Nasional digelar secara luring dengan peserta dikumpulkan di lokasi yang ditetapkan Kanwil Kemenag Provinsi masing-masing. Setiap provinsi ada 11 peserta," sambungnya.
Penilaian soal KSM, lanjut Isom, dilaksanakan oleh Tim Juri yang ditetapkan oleh Komite KSM Nasional. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan nilai tes dan nilai integritas peserta selama mengikuti tes. Soal KSM menggunakan tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris sebagai persiapan go international di masa mendatang.
"Hasil KSM Nasional dipublikasikan pada 30 Oktober melalui Portal Resmi KSM dan Portal Kementerian Agama Republik Indonesia," tuturnya.
Isom menambahkan, KSM menjadi sarana Kementerian Agama mengembangkan bakat dan minat siswa madrasah di bidang sains. Sejak kali pertama digelar pada 2012, KSM telah menjadi ajang yang positif dalam membangun iklim belajar yang kompetitif. Sejak 2018, KSM dielaborasi dengan konteks nilai-nilai Islam.
(Susi Susanti)