JAKARTA - Hujan meteor terbaru akan terlihat dari Bumi pada pekan ini. Hujan meteor tersebut belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Hujan meteor ini mulai menyembur sejak sepekan silam dan saat itu para astronom memprediksi puncak aktivitasnya akan terjadi beberapa hari ke depan.
Baca Juga: 5 Dampak Ditemukan Komputer dalam Bidang Iptek, Apa Saja?
Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa) Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menyebut hujan meteor ini terlihat redup melalui instrumen radar bagi beberapa wilayah paling selatan di belahan selatan Bumi yang masih bisa dihuni manusia seperti Argentina, Chile dan Selandia Baru.
“Hujan meteor umumnya memang terjadi setiap tahun ketika debu komet maupun asteroid berpotongan dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari. Untuk kasus hujan meteor terbungsu ini, justru debu komet 15P/Finlay, sebagai objek induk (parent body) hujan meteor tersebut, tidak pernah berpotongan dengan orbit Bumi," ujar Andi melalui siaran pers, Jumat (8/10/2021).
"Hal ini dikarenakan ukuran debu komet yang kecil, ditambah pula dengan angin surya dari Matahari yang dapat mengubah posisi debu komet menjadi bergeser dari posisi semula,” imbuhnya.
Baca Juga: Daftar Negara yang Jadikan Riset Sebagai Panglima Sains