JAKARTA - Kelainan atau gangguan pada tulang dan otot manusia kerap terjadi. Penyakit ini, meskipun umumnya dialami oleh lansia, bisa juga terjadi kepada anak kecil maupun remaja.
Penting bagi seseorang untuk menjaga kesehatan tulang dan otot, agar terhindar dari kelainan maupun gangguan di area tersebut.
Baca juga: 14 Contoh Kelompok Sosial dalam Lingkungan Sekitar, Apa Saja?
Baca juga: Lulus Kuliah Mau Jadi Perwira TNI? Simak Deretan Persyaratannya
Mengutip dari e-modul Biologi Kemendikbud, inilah penyakit kelainan serta gangguan pada otot maupun tulang:
Fraktura
Tulang yang retak tidak sampai menyebabkan organ lain terluka atau dapat menyebabkan otot dan kulit terluka.
Greenstick
Tulang mengalami retak sebagian dan tidak sampai memisah.
Komminudet
Tulang mengalami retak menjadi beberapa bagian tetapi tidak sampai keluar dari otot.
Rakitis
Penyakit tulang di mana kaki melengkung menyerupai huruf O atau X. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan vitamin D dan zat kapur (kalsium) pada makanan, sehingga pertumbuhan dan pembentukan tulang tidak sempurna.
Mikrosefalus
Gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kecil. Ini disebabkan karena pada masa bayi kekurangan kalsium.
Osteoporosis
Gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Hal ini terjadi karena lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorpsi (penyerapan kembali) bahan-bahan tulang.
Skoliosis
Tulang punggung bengkok ke kiri atau ke kanan.
Lordosis
Tulang punggung terlalu bengkok ke depan.
Kifosis
Tulang punggung terlalu bengkok ke belakang.
Dislokasi
Gangguan yang terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal karena jaringan ligamen yang sobek atau tertarik.
Terkilir
Gangguan karena tertariknya ligamen sendi oleh gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan. Terkilir menyebabkan timbulnya rasa sakit disertai peradangan pada daerah persendian.
Ankilosis
Gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian.
Rematoid
Penyakit menurun yang dapat timbul di segala umur. Penyakit ini ditandai oleh jaringan penghubung yang tumbuh di dalam sendi dan kemudian mengeras, menyebabkan kedua tulang pada sendi menyatu sehingga tidak dapat digerakkan.
Osteoartritis
Penipisan tulang rawan yang menghubungkan persendian.
Gautartritis
Gangguan gerak akibat kegagalan metabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan asam urat pada persendian.
Kram
Disebabkan oleh kejang otot, menyebabkan otot berkontraksi sangat kuat sehingga sakit. Kram bisa terjadi saat cuaca dingin atau aktivitas otot terlalu berat.
Nyeri Otot
Penyakit ini umummya disebabkan pembengkakan jaringan penghubung otot. Jaringan yang membengkak menekan ujung saraf dan pembuluh darah, sehingga aliran darah terhambat dan timbul rasa nyeri.
Polio
Disebabkan infeksi virus pada saraf yang mengendalikan gerakan otot rangka dan dapat menjadi lumpuh. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi polio pada bayi.
Sawan
Kontraksi pada beberapa kelompok otot yang tidak terkoordinasi. Sawan bisa terjadi akibat gangguan pada otak.
Keseleo
Terjadi di daerah sendi dan ligamen sendi. Otot atau tendon dapat putus akibat tarikan yang tiba-tiba dan kuat.
Tetanus
Terjadi apabila otot terus-menerus melakukan aktivitas sampai akhirnya tidak mampu lagi berkontraksi karena kehabisan energi.
Atrofi atau Miastema Grafis
Otot terus menerus mengalami ketegangan karena infeksi bakteri Clostridium tetani yang menghasilkan toksin.
Supertrofi
Keadaan otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuan otot untuk berkontraksi. Hal ini menyebabkan otot mengalami kelumpuhan.
Hernia Abdominalis
Otot dinding perut yang lemah tersobek sehingga letak usus menurun.
Stiff atau Kaku Leher
Otot leher yang mengalami peradangan akibat gerakan atau hentakan yang salah sehingga leher terasa kaku.
(Widi Agustian)