IESO merupakan ajang kompetisi siswa pra perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi.
Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.
IESO ke-15 tahun ini diikuti oleh 185 siswa dari 34 negara yang berpartisipasi. Para siswa yang mewakili Indonesia pada kompetisi ini merupakan siswa terbaik hasil seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN) di bidang Ilmu Kebumian tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek. Para siswa tersebut menjalani pelatihan dan seleksi melalui tiga tahap pembinaan secara daring selama total dua bulan pada akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021.
“IESO merupakan salah satu contoh dari olimpiade yang menuntut kemampuan komprehensif siswa dalam berpikir kritis analitis, kreativitas menjawab persoalan secara tepat, komunikasi yang prima, dan kerja sama yang dinamis antarpeserta dari seluruh dunia. Ini adalah kemampuan abad ke-21 yang nyata diperlihatkan oleh generasi-generasi berbakat dunia dalam IESO,” jelas Asep Sukmayadi.
Sebelumnya, ajang IESO ke-14 diselenggarakan di Daegu, Korea Selatan, pada 26 Agustus - 3 September 2019 lalu. Kemudian, IESO ke-13 ini diikuti oleh 43 tim dari 41 negara peserta dengan dua negara peserta baru, yaitu Uni Emirat Arab dan Tajikistan.
(Awaludin)