Bima Arya yang mendatangi lokasi penemuan salun air di bawah tanah tersebut di Jalan Nyi Raja Permas, pada Sabtu (28/8), sempat turun ke bawah menggunakan tangga aluminium dan melihat terowongannya, tapi sebagian tertutup air.
Bima juga sempat mengecak sedimentasinya menggunakan linggis, dan menyatakan ada endapan tanah dan lumpur sekitar 80 cm. Saluran air kuno itu berada sekitar tiga meter dari permukaan tanah saat ini.
Bima juga menyebut, struktur bangunan saluran air bawah tanah yang ditemukan itu ada kemiripan dengan air air kuno yang ditemukan di Sukabumi, Bekasi dan Klaten.
(Widi Agustian)