Ia pun menekankan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo selalu memprioritaskan pembangunan SDM yang berkualitas. Hal ini terlihat dari arahan Presiden untuk menteri dan lembaga yang menempatkan pembangunan SDM menjadi arahan yang paling utama, diikuti dengan pembangunan infrastruktur, reformasi regulasi, reformasi birokrasi dan transformasi ekonomi.
Sebagai informasi, Indonesia telah merumuskan visi Indonesia Emas 2045 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Secara bertahap, Indonesia akan mencoba masuk dalam jajaran negara-negara maju dengan pendapatan per kapita lebih dari 23.000 dolar AS.
Sebagai langkah jangka menengah, pada tahun 2036 Indonesia harus sudah keluar dari kondisi middle income trap dengan memastikan pertumbuhan ekonomi yang konsisten sebesar 5,7 persen per tahun.
Beberapa contoh negara yang masuk dalam kelompok berpendapatan menengah, tetapi tidak kunjung menjadi negara maju adalah Brazil, Mexico, Argentina dan Afrika Selatan.
“Kita Indonesia tidak ingin mengalami hal yang sama,” tegas Moeldoko.
Sementara itu, Simposium Internasional yang diadakan secara daring ini akan berlangsung selama 5 hari, terhitung dari tanggal 27-31 Juli 2021 dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan pemuda pemudi pelajar Indonesia di seluruh penjuru dunia.
“Dibutuhkan strategi yang tepat untuk mewujudkan Indonesia Emas Berkelanjutan 2045 dan harusnya dipenuhi secara optimal didukung dengan adanya pemerataan pembangunan serta sumber daya manusia yang giat berkontribusi,” kata Ketua Pelaksana Simposium Siti Nurmalasari.
“Kami selaku panitia berharap para pelajar Indonesia di luar negeri bisa membangun Indonesia untuk bersaing dan beradaptasi dengan perubahan tren global yang cepat dan dinamis,” jelas Siti. (din)
(Rani Hardjanti)