Ia mencontohkan, komoditas Nikel yang menjadi salah satu aset terbesar dimana ketersediaan cadangan Nikel di Indonesia sangat melimpah bahkan mencapai sekitar 24% cadangan nikel dunia.
“Untuk itu kita ingin agar komoditas tersebut memberikan manfaat berupa nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Kita tidak mau lagi mengekspor bijih nikel. Kita ingin mengolahnya,” kata Moeldoko.
Moeldoko mengakui bahwa dalam mewujudkan misi Indonesia Emas 2045 bukanlah suatu yang mudah.
Berdasarkan laporan United Nation Development Programme (UNDP) mengenai Indeks Pembangunan Manusia di tahun 2020, Indonesia masih berada di posisi 107 dari 189 negara. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia masih menduduki peringkat kelima.
Namun, pemerintah juga terus berupaya untuk mewadahi pengembangan kualitas SDM Indonesia, salah satunya adalah melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang bertujuan untuk mendorong setiap individu mencapai talenta potensial tertingginya.