JAKARTA - Meski masih pandemi Covid-19, namun Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tetap menghasilkan berbagai inovasi. Kali ini, alat terbaru yang diciptakan adalah masker aerator yang berguna mencegah atlet difabel mengalami hipoksia.
Adapun, hipoksia merupakan kondisi rendahnya kadar oksigen dalam sel dan jaringan yang dapat berakibat pada tidak berfungsinya seluruh bagian tubuh dengan normal.
Baca juga: Pendaftaran Pascasarjana UNS Masih Dibuka Sampai 30 Juli
Masker aerator diciptakan oleh Grup Riset Teknologi dan Pemrosesan Material Non-logam FT UNS yang diketuai Dr. Wijang Wisnu Raharjo dengan beranggotakan Prof. Kuncoro Diharjo, Prof. Dody Ariawan, Dr. Wahyu Purwo Raharjo, dan Bambang Kusharjanta, S.T., M.T.
Baca juga: Strategi Pemulihan Ekonomi, Ketua OJK Ajak Alumni UNS Sukseskan Program Vaksinasi
Dr. Wijang Wisnu Raharjo dalam keterangan resminya mengatakan, ide menciptakan masker aerator tercetus ketika mendapati atlet difabel masih menjalani latihan di tengah pandemi Covid-19 dengan menggunakan masker.
“Ketika berlatih, atlet harus mengenakan masker. Masker yang dikenakan memang khusus untuk olahraga. Sehingga, dapat membantu bernafas dengan baik tanpa membiarkan polutan masuk ke dalam hidung dan mulut,” ujarnya dilansir dari laman uns.ac.id, Senin (26/7/2021).
Namun, ia menyoroti lamanya penggunaan masker dapat menimbulkan masalah bagi atlet difabel saat latihan. Sebab, kemampuan bernapas menjadi relatif rendah dan terganggu. Penggunaan masker yang lama juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan sekresi pada pernapasan sekaligus jika sirkulasi udaranya tidak baik dapat menimbulkan hypoxia.
Dr. Wijang Wisnu Raharjo menerangkan, Grup Riset Teknologi dan Pemrosesan Material Non-logam FT UNS merancang masker aerator supaya mampu menyuplai oksigen agar tarikan napas atlet difabel saat menjalani latihan tetap terjaga.
Masker aerator juga dilengkapi dengan konektor yang terhubung dengan sistem filter high performance agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama, serta lebih aman saat digunakan atlet difabel saat latihan daripada menggunakan masker biasa.
“Adapun kelebihan masker aerator, yaitu dapat menyuplai oksigen yang cukup, sehingga setiap tarikan nafas tetap terjaga dan nyaman digunakan karena sirkulasi udara tetap terjaga,” pungkas Dr. Wijang Wisnu Raharjo. (din)
(Rani Hardjanti)