Ia ingat dapurnya ruangannya sangat besar, persediaan makanannya persis seperti mini market. Keluarga itu belanja makanan setiap minggu untuk stok di gudang.
"Persediaan makanan yang demikian banyak karena majikan sering mengadakan pesta bahkan seminggu sekali dengan teman-temannya,”paparnya.
Menurutnya, saat party suasananya sangat meriah. Disajikan makanan Arab dan Eropa , minuman seperti wine dan lainnya. Buah-buahan komplet tersedia.
"Baru kali ini saya melihat gaya hidup bangsawan arab yang gemar pesta. Serasa seperti di surga, hidup senang terus tidak ada susahnya. Mereka kadang juga mengadakan private party di rumah kebun yang terletak di belakang rumah utama,”bebernya.
Ia sempat diajak ke London, Inggris ketika liburan sekolah anaknya. Sekeluarga berlibur ke Eropa. Emir itu ternyata juga punya rumah di London.
Mereka di London hampir 2 bulan, jalan-jalan keliling Eropa. Setelah liburan usai baru balik ke Arab Saudi. Mujibatun menjadi tenaga kerja wanita di Arab Saudi hampir 18 bulan.
Ia mendapat majikan yang baik hati dan kaya raya, gajinya 800 riyal. Majikannya masih terhitung keluarga kerajaan Arab Saudi.
Saat musim haji 1985, ia menunaikan ibadah haji. Sempat terjadi salah-paham saat di Mekah Ia dikira akan kabur, bahkan sempat dilaporkan ke askar atau polisi Arab. “Namun setelah ia menjelaskan bahwa ia akan ibadah menunaikan haji, lalu dilepaskan,
Setelah hampir 18 bulan bekerja di Arab, ia mendapat kabar bahwa di IAIN Walisongo ada pendaftaran dosen. Maka ia minta ijin kepada majikannya untuk pulang ke Indonesia. Alasan yang ia kemukakan, ia pulang karena akan jadi guru atau ustadzah.
Majikannya mengjinkan. Tapi karena masa kontraknya belum habis, ia harus mengembalikan gaji selama 4 bulan. "Jadi 800 riyal kali empat sebesar 3200 riyal. Uang itu saya serahkan majikan,”ungkapnya.
Ketika pamit pada istri majikan, ia diberi banyak hadiah, seperti baju, jam tangan dan tambahan uang saku. Tahun 1986 ia balik lagi ke Indonesia, di Semarang , Jawa Tengah. Tahun 1987 menjadi dosen di IAIN Walisongo Semarang. Ia lantas dilantik menjadi Guru Besar atau Professor Ilmu Hadist, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.
(Sazili Mustofa)