Di tingkat daerah, Program RISE bekerja sama dengan empat daerah (Kota Bukittinggi, Provinsi DKI Jakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Kebumen) sebagai Laboratorium Pembelajaran untuk mengetahui inovasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah. Program RISE juga mempelajari faktor pendorong inovasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah dan penyebaran inovasi kebijakan antardaerah.
Di era otonomi daerah, usaha perbaikan kualitas pendidikan tidak lagi terbatas tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten dan kota yang berwenang mengelola sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memiliki peran besar dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakatnya. Melalui penelitian yang Program RISE lakukan di beberapa daerah di Indonesia, kami ingin melihat respons daerah terhadap desentralisasi pendidikan, seperti adaptasi maupun inovasi kebijakan pendidikan.
Selain itu, Program RISE juga meneliti isu-isu terkini yang berkaitan dengan pendidikan, seperti penurunan kemampuan siswa selama pandemi COVID-19. Penurunan kemampuan siswa yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi negatif jangka panjang terhadap hasil belajar siswa dan kehidupan mereka di masa mendatang.
Oleh karena itu, Program RISE berusaha mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan hasil belajar siswa selama pandemi. Hasil temuan ini nantinya digunakan untuk menguatkan proses pembuatan kebijakan dengan bukti hasil penelitian agar lebih tepat sasaran.
(Rani Hardjanti)