2. Orangtua Membacakan Buku Kepada Anak
Ketika orangtua sering membacakan buku kepada anak perlahan mereka akan menggemari aktivitas membaca buku tersebut.
Tidak hanya itu, membacakan buku juga menjadi wadah bagi orang tua untuk aktif berinteraksi dengan anak. Sehingga cerita yang dikisahkan didengar anak dan menjadi bahan percakapan yang dapat menggali berbagai potensi anak.
3. Literasi Dikembangkan Sesuai Kondisi Lingkungan
Ketika berinteraksi dengan anak, seharusnya topik yang diangkat adalah sesuatu yang dekat dengan lingkungan.
Tujuannya adalah memudahkan anak memahami isi cerita tersebut. Contoh:
- Menceritakan tentang nelayan apabila tinggal di kawasan pantai
- Menceritakan petani apabila ada di desa
- Menceritakan tentang aktivitas di kota apabila tinggal di perkantoran
4. Berangkat dari Hobi dan Minat Anak
Perhatikan minat anak, sediakan materi dan kegiatan untuk mendukung minat tersebut. Anak-anak membutuhkan banyak kesempatan untuk bermain dan berpikir agar menjadi kreatif.
Mulailah dengan memberikan kegiatan yang didasarkan pada minat dan gagasan anak-anak. Caranya, dengan memperhatikan apa yang dilakukan dan mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dikatakan anak-anak.
5. Pengembangan Literasi Melalui Budaya Daerah
Kesadaran kognisi dan fonologi anak akan tumbuh jika anak sering mendengar bahasa daerah dan mengetahui budaya-budaya lainnya.
Kesadaran fonologi dan kognitif ini menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan pra literasi. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan merespon pembicaraan anak dan aktif mengajak mereka berbicara, bercerita serta bercakap-cakap.
6. Berikan Umpan Balik Kepada Anak
Perbedaan tingkat penguasaan bahasa diantara anak-anak, merupakan cerminan bagaimana lingkungan memperkaya bahasa mereka, baik dirumah maupun di sekolah. Memfasilitasi bahasa anak berarti membantu mendukung pertumbuhan kosakata anak-anak semasa usia dini. (din)
(Rani Hardjanti)