4 Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Jasa Pengolahan Data

Neneng Zubaidah, Jurnalis
Rabu 30 Juni 2021 14:31 WIB
Mahasiswa ITS kembangkan aplikasi jasa pengolaan data.(Foto:Istimewa)
Share :

Berbicara mengenai sejarah nama ANORA, mahasiswi asal Tuban ini mengungkapkan bahwa nama ANORA terinspirasi dari anova, sebuah metode khusus analisis statistik yang banyak digunakan dalam penelitian eksperimen. “Agar lebih menarik, kami ubah sedikit menjadi ANORA,” bebernya.

Meski bekerja bersama, imbuh Wardah, keempat founder ANORA memiliki peran masing-masing. Sebagai CEFO, dirinya bertugas di bagian keuangan dan bertindak sebagai manajer. Sedangkan Nanda Novenia Shinta Hapsari berperan sebagai Chief Marketing Officer (CMO) yang bertugas dalam bidang strategi digital marketing.

Selanjutnya Andrea Ernest sebagai Chief Human Resouce Officer (CHRO) bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi human resource sesuai dengan rencana strategis perusahaan, termasuk membuat kontrak dan berkomunikasi dengan mitra. Terakhir Mery Yulinda Rahmi sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang bekerja di bidang pengembangan teknologi.

Berkat gagasan cemerlangnya ini, Tim ANORA ITS ini telah berhasil melalang di berbagai kompetisi. Di antaranya adalah ITS Youth Technopreneur (IYT), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga baru-baru ini mereka berhasil lolos didanai dalam program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021. “Di ASMI kami tidak memiliki persiapan khusus, hanya saja memperbaiki dan mempersiapkan pitch deck terbaik,” ujarnya.

Tentu saja, timpal Wardah, keberhasilan mereka tak lepas dari campur tangan pembimbing ANORA, Dr Dra Kartika Fithriasari MSi dan developer ANORA terdahulu, Marde Fasma.

“Ke depan, kami akan menyusun rencana alokasi dana yang akan diberikan untuk pengembangan website, marketing, hingga Sumber Daya Manusia (SDM),” tuturnya.

Meski dalam pengembangannya banyak menuai kendala akibat kesibukan masing-masing, namun Tim ANORA tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi semua pihak.

“Kami berharap ANORA dapat berkembang secara pesat dan menjadi marketplace jasa pengolahan data yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya