Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Saufi selaku narasumber mengatakan, munculnya stigma akan pendidikan vokasi selama ini disebabkan lantaran pemahaman masyarakat terkait keunggulan kuliah di politeknik atau sekolah vokasi masih minim.
Baca Juga: Ambar Susanti, Sosok Guru Honorer: Honor Minim Bukan Alasan Padam Semangat Mengajar
Padahal, saat ini pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul fokus pada penguatan pendidikan vokasi. Pihaknya, ucap Saufi, menjadi katalisator bagi terjalinnya link and match dengan industri.
“Memilih pendidikan vokasi itu banyak keuntungannya. Kita akan dilatih beradaptasi dengan kultur industri dan dunia kerja. Sehingga ketika lulus, langsung siap kerja. Keuntungan lainnya, lulusan vokasi dibekali dengan sertifikat kompetensi yang akan menjadi modal ketika memasuki dunia kerja,” tutur Saufi.
Dengan begitu, Saufi menegaskan para orang tua tidak perlu ragu untuk menyekolahkan anaknya di jalur pendidikan vokasi. Jika tujuannya untuk cepat bekerja, pendidikan vokasi menjadi pilihan terbaik.