Ia mengatakan apa yang dijabarkan ini mengacu pada evaluasinya berdasarkan penerapan PSBB di beberapa daerah, khususnya DKI Jakarta.
Dia menganggap PSBB yang diterapkan di Ibu Kota belum efektif, sebab selama 14 hari pertama diberlakukan terjadi kenaikan signifikan pasien positif corona sebanyak 200,63 persen.
"Mudah-mudahan masyarakat Kota Malang bisa jauh lebih tertib. Ini tergantung bagaimana sosialisasi PSBB ke masyarakat, bagaimana isi pesannya, bagaimana cara menyampaikannya, dan media yang dipilih oleh pemerintah dalam menyampaikan sosialisasi. Ini pekerjaan yang tidak mudah karena masyarakat sekarang sedang stres, tertekan karena kondisi ekonomi," jelasnya.
Artinya, terang dia, kesadaran serta kemauan masyarakat untuk patuh dan taat pada pelaksanaan kebijakan PSBB demi alasan kepentingan dan keselamatan bersama merupakan suatu hal yang penting.
(Hantoro)