JAKARTA - Sejak merebaknya virus corona atau COVID-19 telah memaksa masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja atau yang dikenal dengan istilah physical distancing. Kegiatan physical distancing ini juga membuat para pelajar untuk belajar di rumah saja secara online.
Kendati demikian, beberapa waktu lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program belajar dari rumah. Program yang sudah berjalan sejak 13 April 2020 itu ditayangkan di Televisi Nasional Republik Indonesia (TVRI).
Program acara belajar dari rumah tersebut dianggap membantu para peserta didik maupun tenaga tenaga pendidik. Seperti yang diungkapkan oleh Indra Gautama, seorang guru yang mengajar di SD Islam Taallumul Huda Bumiayu Brebes Jawa Tengah.
Indra mengungkapkan, dengan adanya program belajar dari rumah yang disiarkan oleh TVRI itu membantu meringankan pekerjaannya sebagai tenaga pendidik. Metode belajar para murid juga jadi lebih bervariasi.
“Selama ini kami memberi tugas dengan memanfaatkan media sosial WA, Video call, mesengger, medsos. Dengan adanya tayangan di TVRI, anak anak proses belajarnya jadi mempunyai alternatif tidak hanya melalui WA saja,” ungkapnya saat dihubungi Okezone pada Rabu 22 April 2020.
Dengan adanya program belajar online dari rumah yang ditayangkan di TVRI, Indra mengaku, program tersebut seperti angin segar. Karena banyak murid yang juga tengah mengeluhkan adanya kejenuhan selama melakukan program belajar melalui media sosial.
“Kami guru-guru di sini respon atas tayangan TVRI sangat bagus dan tepat. Menjadi angin segar juga buat anak anak yang sudah merasa bosan (boring) karena liburnya kelamaan,” sambungnya.
Namun sebagai tenaga pengajar profesional yang berpengalaman, ia sangat menyayangkan jika materi untuk kelas 1,2, 3 dan 4,5,6 dijadikan dalam satu program. Agar para murid tidak merasa bingung dan bisa lebih terarah dalam menyimak materi yang diberikan.
“Saya berharap sih kalau bisa dipisah saja programnya menjadi program per kelas, jadi orangtua dan peserta didik bisa lebih terarah dan tidak bingung. Tapi mungkin jadi nambah jam tayangnya ya hehehe,” ujarnya sambil berkelakar.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi & Hubungan Masyarakat Evy Mulyani menyampaikan, persiapan konten di TVRI merupakan alternatif pembelajaran selama masa pandemi COVID-19. Program ini memanfaatkan luasnya jaringan jangkauan TVRI yang hampir ke pelosok Tanah Air, termasuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), yang belum terjangkau jaringan internet.
“Kemendikbud berusaha memperhatikan berbagai keluhan yang ada dari proses pembelajaran daring yang mendapat evaluasi dari berbagai kalangan, terlalu memberatkan murid, orang tua kewalahan, guru terlalu membebani, guru belum memiliki mekanisme pembelajaran yang efektif, terlalu mengejar kurikulum, bikin stres murid, orang tua, kurang menyenangkan dan lain-lain,” jelas dia. (cm)
(Fahmi Firdaus )