SURABAYA — Sekelompok mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) membuat sekitar 30 liter cairan pembersih tangan atau hand sanitizer gel, yang akan diletakkan di sejumlah lokasi di dalam kampus. Pembuatan hand sanitizer itu untuk mengantisipasi penyebaran virus korona di kampus serta menyikapi mahalnya harga cairan pembersih tangan tersebut di pasaran.
Melansir Voa Indonesia, Senin (9/3/2020), sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya yang tergabung dalam Kelompok Studi Mahasiswa-Cosmetology Study Group (KSM-CSG) membuat hand sanitizer untuk mencegah penyebaran virus corona.
Ketua kelompok studi itu, Gabrielle Regina Perlita, mengatakan, hand sanitizer ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan seluruh kampus, terutama setelah harga hand sanitizer di pasaran melonjak tajam setelah pengumuman adanya pasien positif terjangkit virus korona.
“Sekarang lagi marak virus korona dan sudah masuk ke Indonesia, dan harga hand sanitizer di sini sudah sangat mahal. Makanya kita berinisiatif buat hand sanitizer untuk diedarkan di kampus ini, di taruh di titik-titik tertentu di kampus supaya tidak menyebar virusnya di area kampus ini,” kata Gabrielle.
Menurutnya, pembuatan hand sanitizer ini memanfaatkan tanaman lidah buaya atau aloe vera yang mudah dan banyak ditemukan di Indonesia. Ekstrak aloe vera ini digunakan sebagai campuran hand sanitizer yang lembut di tangan serta memiliki manfaat desinfektan.
Selain aloe vera, beberapa komposisi bahan yang digunakan antara lain; carbomer (senyawa polimerc pembentuk gel), PEG (polyethylene glycol), dan TEA (triethanolamine) merupakan bahan yang ditambahkan untuk meningkatkan pH Carbormer sehingga mengembang menjadi gel, dan alkohol 70 persen.
“Pertama itu kita ada carbomer, carbomer-nya itu dimasukkan ke dalam air, terus setelah itu diaduk, terus dimasukkan TEA. TEA itu nanti buat mengembangkan carbomer-nya. Nanti kalau sudah terbentuk gel, nanti kita masukkan bahan-bahan lainnya. Terus terakhir kita masukkan alkohol 70 persen, sama parfumnya, dan aloe vera ekstrak untuk melembabkan tangannya.”