Sementara itu, Taufik Widyastama menambahkan bahwa alat ini akan terus dikembangkan sehingga kemampuannya bisa bertambah, seperti pemakaian pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. "Karena masih prototipe, maka masih pakai Wi-Fi handphone atau router, jadi hanya bisa 10 meter,” kata Taufik.
Roda robot tersebut didesain seperti tank dan prototipe ini masih berukuran kecil. Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang.
“Ke depan, robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini, robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan,” ujar Taufik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)