"Guru sudahi kegelapan dan hadirkan pencerahan. Ia pantik imajinasi, tumbuhkan hasrat belajar, dan gerakkan anak didiknya untuk terus berkarya. Pada anak didiknya terpancar tanda jasa dan pahala Guru. Pada Guru, kita titipkan persiapan masa depan Indonesia. Pada guru, ungkapan terima kasih bangsa kami haturkan," jelas Anies.
Di sisi lain, Mantan Mendiknas era 2004-2009 Bambang Sudibyo turut buka suara perihal guru. Menurutnya, guru adalah pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih.
"Guru itu memang pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena memang di situ lah martabat sejati dari guru," ungkapnya.
8. Nasib Guru
Fenomena ketidakadilan terhadap guru masih terus melanda di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Pasalnya, mereka memiliki beberapa masalah besar, terutama beban hidup.
Rupanya, guru-guru yang berada di daerah terpencil hanya mendapatkan upah sebesar Rp100.000 per bulan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim.
"Ada masalah yang guru hadapi di daerah terpencil, yaitu beban hidup. Mereka cuma dibayar Rp100.000 per bulan loh, emangnya cukup hidup cuma Rp100.000 per bulan?" ujar Ramli geram saat dihubungi Okezone.
Lebih lanjut, Ramli juga mengutarakan kalau sering kali upah tersebut baru dibayarkan setelah 3 bulan. "Dan itu kadang ada yang ngerasain gak langsung dibayar tuh upahnya. Pas 3 bulan baru dibayar," tukasnya.
9. Menkeu Sri Mulyani Tersindir dengan Pidato Nadiem
Viralnya pidato dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada Hari Guru Nasional ternyata sampai kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan ketika membaca teks pidato Nadiem, Sri Mulyani merasa tersindir.
Pasalnya, dalam pidato tersebut terkuak fakta masih sulitnya laporan pertanggungjawaban keuangan. Di dalam pidato tersebut juga terselip fakta jika guru saat ini ternyata harus dibebankan oleh pertanggungjawaban keuangan.
"Bicara kreativitas inovatif sebenarnya sama dengan rezim let the manager manage. Saya lihat di surat cinta Nadiem, guru-guru mendapat beban keuangan pertanggungjawaban keuangan, saya sempat terkena (merasa) disentil," ujarnya dalam acara CEO Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.
(Fakhri Rezy)