“Ilmuwan ini adalah cikal bakal dari riset dan penelitian. Di sini ada 32 ilmuwan yang fotonya ditampilkan, mereka tentu memiliki keunggulan masing-masing di bidang yang digelutinya. Semangat dari pameran ini adalah supaya nanti bermunculan sosok-sosok ilmuwan lain yang dapat menginspirasi,” tutur Uman pada pembukaan pameran.
Berbicara mengenai foto para ilmuwan, fotografer pada Pameran Potret Ilmuwan Muda Indonesia, Yoggi Herdani menjelaskan, latar belakang tercetus ide memotret ilmuwan adalah krisis sosok ilmuwan, terutama di kalangan generasi muda.
Dia kemudian mengamati bahwa meski sama-sama bekerja di laboratorium, masing-masing ilmuwan mengoperasikan alat yang berbeda sesuai dengan bidang risetnya. Maka dari itu, dia sengaja memotret para ilmuwan di ruang, laboratorium atau bengkel tempat mereka menghabiskan waktu sehari-hari.
“Foto-foto dalam pameran termasuk dalam fotografi portrait yang mengambil ruang dan subjek fotonya (environment portrait). Pemilihan ilmuwan yang difoto berdasarkan rekomendasi dari ALMI, juga dilihat dari karya dan kontribusi yang telah ditorehkan. Para ilmuwan ini tersebar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, mayoritas di Jawa, tetapi ada pula yang berasal dari luar Jawa, seperti Bali. Para ilmuwan ini juga beberapa pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah,” ujar Yoggi.
Sementara sang kurator, Henrycus Napitsunargo mengungkapkan, tujuan dari pameran ini sudah jelas, yakni memberikan apresiasi kepada para ilmuwan muda yang berprestasi namun seakan tenggelam di tengah hiruk pikuk isu-isu sosial saat ini.
Sang fotografer sendiri, imbuh Henrycus menggunakan kamera gulungan film untuk memotret setiap ilmuwan. Adapun untuk masing-masing ilmuwan menghabiskan satu sampai dua rol film. Menurut dia, kemampuan seseorang dalam mengonstruksi visual potret berperan penting pada pemanfaatan kekuatan citraan foto potret itu sendiri.
“Dengan mengadopsi konstruksi visual foto potret dan pendekatan dokumentasi estetik, proyek pameran ini bisa disebut sebagai kolaborasi antar-profesi dengan dasar apresiasi antara subjek dan sang fotografer. Pameran ini juga menawarkan sebuah inspirasi untuk publik, terutama generasi muda untuk mengenal lebih dekat para ilmuwan berprestasi,” tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)