JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) merupakan salah satu tujuan kuliah yang paling diminati oleh para lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikannya. Hal itu tercatat dari 70% calon mahasiswa baru UT merupakan fresh graduate atau baru lulus SMA.
Baca Juga: Universitas Terbuka Pakai Data Nomor Induk Kependudukan
Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan bahwa animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya ke UT sangat tinggi sekali dari tahun per tahun. Di mana saat ini ada sekitar 320.000 mahasiswa yang terdaftar di UT.
"Sedangkan untuk mahasiswa baru sudah ada 60.000 yang telah mendaftar. Dan 70% pendaftar itu fresh gradute atau kaum milenial," ujar dia saat berkunjung ke Okezone di Jakarta, Rabu (7/8/2019).
Dia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya yang mendaftar di UT itu dari para pekerja. Namun, dengan berkembangya teknologi, banyak anak-anak baru lulus SMA mengambil kuliah jarak jauh di UT.
"60.000 mahasiswa baru ini akan terus meningkat secara bertahap. Dan semoga pada akhir tahun sudah ada 1 juta mahasiswa yang terdaftar di UT," kata dia.
Baca Juga: Universitas Terbuka Pamulang Wisuda 2.100 Mahasiswa, Ini 3 Lulusan Terbaiknya
Menurut Ojat, universitas ini dirancang berbeda oleh pemerintah. Seperti dengan memberikan layanan belajar secara online, sehingga mahasiswa yang lokasinya jauh dapat belajar di mana saja dan kapan saja melalui layanan Universitas Terbuka.
"UT juga melakukan kuliah kepada mahasiswanya dengan tatap muka. Tidak hanya dengan sistem online saja," ungkap dia.
Universitas Terbuka (UT) telah membuka pendaftaran mahasiswa baru 2019. Di mana sampai saat ini sudah ada 60 ribu calon mahasiswa baru di UT. Pendaftaran tersebut salah satunya melalui laman www.ut.ac.id.
"Dari 60 ribu itu, mahasiswa baru banyak yang memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Lalu ada Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dan kami memiliki empat fakultas," ujar dia.
Menurut Ojat, Universitas Terbuka termasuk dalam perguruan tinggi negeri (PTN). Universitas ini diresmikan pada 1984 dan menjadi PTN ke-45. Dia pun menceritakan awal mula terbentuknya UT.
"Jadi pada waktu zaman Presiden Soeharto banyak lulusan SLTA tapi tidak tertampung di PTN. Saat itu Indonesia ahanya mempunyai 44 PTN di Indonesia. Saat itulah UT berdiri sebagai PTN untuk menampung lulusan SLTA," kata dia.
Dia berharap, ke depannya UT lebih semakin lebih baik dan pemerintah bisa memberikan dana yang tidak sedikit. Karena UT ini sistem perkuliahannya online. Maka itu sistem jaringan harus diperkuat.
"Akses jaringan masih menjadi kendala pada sistem kuliah saat ini. Apabila jaringan internet baik maka akan lebih baik perkuliahannya," pungkas dia.
(Fakhri Rezy)