Edy menjelaskan bahwa mikroplastik yang ditemukan pada sampel kerang dalam riset ini berbentuk serat/fiber dan fragmen/pecahan dalam berbagai ukuran. "Hasil yang kami dapat cukup mengejutkan. Sampel yang kami ambil dari dua pasar di Kota Bogor menunjukkan adanya partikel mikroplastik pada kerang darah. Selain itu sampel yang berasal dari perairan di Lampung juga mengandung mikroplastik," ujarnya.
Plastik yang terkumpul pada kerang dara sendiri adalah Polyethylene terephthalate (PET) yang umumnya digunakan untuk memproduksi botol air mineral. "Artinya botol air kemasan hancur menjadi mikropartikel dan terkumpul dalam daging kerang,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa mikroplastik yang ditemukan pada kerang segar sebelum diberi perlakuan teramati sangat banyak dan tidak dapat dihitung karena bergumpal dalam jumlah besar. "Setelah diberi perlakuan modifikasi difusi-densitas larutan garam, jumlahnya menyusut menjadi dua partikel dengan ukuran 15 dan 20 mikrometer pada salah satu kerang, dan satu partikel berukuran 110 mikrometer pada kerang yang lain. Metode yang kami gunakan sudah cukup efektif untuk mengurangi mikroplastik pada daging kerang,” ungkapnya.
(Rani Hardjanti)