Sehingga dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat terbatas, Hafid tak pernah mempunyai angan-angan untuk bisa mengikuti bimbingan belajar (bimbel), seperti teman-temannya guna persiapan menghadapi UNBK. Dia hanya bisa membekali diri dengan belajar setiap malam, mempelajari semua soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dilakukannya usai terlebih dahulu membantu sang Ibu berjualan di pasar, meski demikian Hafid menilai ini tak menjadi beban untuk dirinya.
Baca Juga: Soal Matematika Dianggap Susah, Akun Instagram Kemdikbud Banjir Curhatan Pejuang UNBK
Termasuk saat dirinya hendak berangkat sekolah, Hafid pun kembali mengulang rumus-rumus soal yang sudah dihapalkannya. "Hanya itu saja, tidak ada strategi khusus,” ujar Hafid.
Upaya serta pengorbanan Hafid kini berbuah manis. Dia pun mengaku, tidak mengira bisa mendapatkan nilai yang sangat sempurna di empat mata pelajaran UNBK. Malah sebaliknya, dengan rendah hati, Hafid mengatakan, bila nilai yang didapatkannya itu hanyalah sebuah faktor keberuntungan belaka.
Kini Hafid pun sudah diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Teknik Elektro. Dia lolos melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).